Awas Banjir di Tol Bandara Soetta, Ini Pilihan Akses Alternatif yang Bisa Dilalui
skoda-amical-club.org – Hujan dengan intensitas tinggi kembali meningkatkan risiko genangan dan banjir di sejumlah titik strategis Jakarta dan sekitarnya, termasuk ruas Tol Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi ini kerap memicu kemacetan panjang, keterlambatan penerbangan, hingga kepanikan penumpang yang mengejar jadwal keberangkatan. Karena itu, kewaspadaan dan pengetahuan soal jalur alternatif menjadi hal penting bagi pengguna jalan.
Tol Bandara Soetta memang menjadi akses utama menuju bandara tersibuk di Indonesia. Namun, saat terjadi banjir, genangan air dapat memperlambat arus kendaraan, bahkan berpotensi menutup sebagian lajur. Situasi ini biasanya diperparah oleh limpasan air dari saluran sekitar, hujan lokal yang ekstrem, serta volume kendaraan yang tinggi pada jam sibuk.
Bagi pengendara yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta, tersedia beberapa akses alternatif yang bisa dipertimbangkan. Salah satunya adalah melalui jalur Jalan Daan Mogot. Meski merupakan jalan arteri dengan banyak persimpangan, Daan Mogot kerap menjadi pilihan ketika Tol Bandara mengalami gangguan. Pengendara disarankan berangkat lebih awal karena potensi kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Alternatif lain adalah memanfaatkan akses melalui kawasan Puri Indah dan Meruya. Jalur ini dapat ditempuh dari Jakarta Barat menuju arah Cengkareng dengan memanfaatkan jalan-jalan penghubung non-tol. Meski jaraknya relatif lebih panjang, rute ini bisa menjadi penyelamat ketika kondisi di tol tidak memungkinkan untuk dilalui dengan lancar.
Bagi pengguna dari wilayah Tangerang dan sekitarnya, jalur melalui Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan Bandara Soetta juga dapat menjadi opsi. Akses ini sering digunakan oleh kendaraan logistik dan operasional bandara, namun tetap bisa dilalui kendaraan umum dengan memperhatikan rambu dan aturan lalu lintas yang berlaku.
Selain jalur darat, masyarakat juga dapat mempertimbangkan moda transportasi alternatif seperti kereta bandara. Saat hujan lebat dan potensi banjir meningkat, kereta bandara sering menjadi pilihan paling aman dan tepat waktu karena tidak terpengaruh kondisi jalan. Perencanaan perjalanan dengan moda ini dapat meminimalkan risiko tertinggal penerbangan.
Pengendara juga diimbau untuk terus memantau informasi lalu lintas dan cuaca sebelum berangkat. Aplikasi navigasi, media sosial resmi, serta informasi dari pihak berwenang dapat membantu menentukan rute terbaik secara real time. Jangan memaksakan melintas di genangan air tinggi karena berisiko merusak kendaraan dan membahayakan keselamatan.
Banjir di Tol Bandara Soetta memang bukan hal baru, namun dampaknya selalu signifikan. Dengan mengetahui pilihan akses alternatif dan merencanakan perjalanan lebih matang, risiko keterlambatan dapat ditekan. Kunci utamanya adalah waspada, fleksibel dalam memilih rute, dan selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju bandara.
