Sering Dianggap Sepele, Ini Kebiasaan Pengendara Motor Saat Hujan dan Banjir yang Berbahaya
skoda-amical-club.org – Musim hujan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara motor. Jalanan licin, jarak pandang terbatas, hingga genangan banjir membuat risiko kecelakaan meningkat. Sayangnya, masih banyak pengendara yang mempertahankan kebiasaan berbahaya saat berkendara di tengah hujan dan banjir, seolah kondisi ekstrem tersebut tidak membutuhkan penyesuaian perilaku.
Salah satu kebiasaan paling berisiko adalah tetap memacu motor dengan kecepatan tinggi. Banyak pengendara merasa terburu-buru ingin segera sampai tujuan, tanpa menyadari bahwa daya cengkeram ban di jalan basah jauh berkurang. Kondisi ini membuat pengereman menjadi kurang efektif dan meningkatkan potensi tergelincir, terutama saat melintasi tikungan atau marka jalan.
Kebiasaan lain yang kerap ditemui adalah menerobos genangan banjir tanpa memperhitungkan kedalaman air. Tidak sedikit pengendara hanya mengikuti motor di depannya tanpa tahu kondisi jalan yang sebenarnya. Padahal, genangan air bisa menutupi lubang, polisi tidur, atau bahkan arus air yang cukup deras untuk membuat motor kehilangan keseimbangan. Risiko mesin mati mendadak juga sangat besar ketika air masuk ke ruang pembakaran.
Penggunaan perlengkapan berkendara yang tidak sesuai juga menjadi masalah serius. Saat hujan, sebagian pengendara memilih jas hujan seadanya yang mengganggu pergerakan atau menghalangi pandangan. Ada pula yang tetap menggunakan helm dengan visor buram dan tidak dibersihkan, sehingga jarak pandang semakin terbatas. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama di jalan padat dan minim penerangan.
Masih banyak pengendara motor yang mengabaikan jarak aman. Saat hujan, jarak pengereman menjadi lebih panjang, namun kebiasaan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depan tetap dilakukan. Situasi ini membuat pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi ketika terjadi pengereman mendadak, yang berujung pada tabrakan beruntun.
Kebiasaan menggunakan ponsel saat berkendara juga semakin berbahaya di kondisi hujan. Mengangkat telepon, membalas pesan, atau sekadar melihat navigasi tanpa berhenti dapat mengalihkan konsentrasi. Dalam kondisi jalan licin dan jarak pandang terbatas, sedikit saja kehilangan fokus bisa berakibat fatal.
Tak kalah berisiko adalah memodifikasi motor tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan. Ban yang sudah aus, lampu yang redup, atau rem yang kurang optimal sering kali tetap digunakan. Saat hujan dan banjir, kondisi motor yang tidak prima akan memperbesar kemungkinan kecelakaan.
Keselamatan berkendara saat hujan dan banjir sejatinya bergantung pada kesadaran pengendara untuk mengubah kebiasaan. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memastikan perlengkapan berkendara dalam kondisi baik, serta menghindari genangan berisiko adalah langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa. Hujan dan banjir bukan alasan untuk ceroboh, melainkan pengingat bahwa kehati-hatian adalah kunci utama sampai tujuan dengan selamat.
